Perahu Kayu

Seorang diri terombang-ambing di atas permadani nan biru

Terkoyak ombak , lemah gemulai

menari bersama lambaian daun kelapa di tepi pantai

Kemanakah hendak berlayar ?

Pagi yang tenang …

Tak usah banyak tenaga untuk mengayuh

Petang menjelang …

Kicauan riang masih samar terdengar

Hingga gelap datang

angin mengamuk , datang bersama badai bergerimis tajam

kian riuh menukik penuh kepuasan

berbondong menghujam perahu kayu itu

sekuat tenaga ia bertahan

Harap harap cemas

Kapankah kemarahan angin lekas reda

Perahu kayu itu

Lelah , lalu terlelap semalaman

Kemanakah hendak pergi?

Lalu sekejap saja kelelahannya sirna

Terhapus oleh sinar hangat yang menyembul dari balik awan

matanya terbelalak

ketika ia tak lagi sendirian

perahu perahu kayu lain ada dihadapannya

menuju kearah yang sama

bersama, pantang menyerah

sebelum Tuhan menghempaskannya satu demi satu

perahu perahu kayu itu …

adalah aku , kau , kita dan mereka

kemanakah hendak beranjak ?

ke ujung dunia ?

mungkin !

Karya  :   Fathimah Nur Addini

Hikmah  :   Bagaikan kedirian manusia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s