Ar Rohiim

( Yang Maha Penyayang )

Tidak setiap orang mengetahui, bahwa

jauh didalam jiwanya, setiap hari bergaung
selaksa dosa tanpa kata

“Wahai Sang Maha Penyayang, jangan
sampai hari ini aku tak makan, jangan sampai
tak minum, jangan sampai patah tangan,
jangan sampai jiwa linglung, jangan sampai hari
berantakan, jangan sampai lepas nafas dihidung,
jangan sampai kehabisan pakaian, jangan sampai
tidur tak bangun, jangan sampai menyerbu
banjir bandang, jangan sampai meledak gunung
jangan sampai pecah bintang, jangan sampai
matahari turun……”

Dan Allah, Maha Mengabulkan, namun
teramat sedikit orang yang rasa dan pikirkan

Selaksa doa yang diam,selaksa pengharapan bisu
diucapkan oleh kesunyian :
Allah Maha Meniti dan Mendengarkan, kasihNya
tak terumuskan, di mulut-Nya sukma orang
Orang bergelantungan.

Di malam-malam yang sepi, orang mengucapkan
permintaan-permintaan tambahan,
Sebab segala yang telah dijamin Tuhan, terkubur
di tanah bisu kealpaan.

“Kenapakah saudaraku..demikian engkau
mengatakan..kenapakah selalu hanya kita
ingat satu diantara seribu : yakni anugerah
Allah yang ditunda, atau ia balik warna
kejadiannya..sedang dengan itu kita diajari
Bagaimana membaca rahasia?”

Emha Ainun Nadjib

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s