Kisah Kucing Buduk

Suatu pagi,

Aku hendak mencuci piring-piring bekas makan semalam yang belum sempat kucuci karena hujan lebat yang mengguyur bumi semalam. Hujan lebat disertai petir yang menyambar-nyambar menyebabkan aku tak sempat berpikir lain kecuali berdoa agar hujan segera reda, agar petir segera menghilang, dan memohon perlindungan dari murkanya alam.

Pekerjaan yang mustinya bisa diselesaikan tadi malam jadi tertunda karenanya. Merapikan baju-baju kering yang sudah dicuci siang harinya, mencuci piring, merapikan dapur, menulis semuanya tertunda.

Piring, gelas, sendok garpu, semua berserakan di jamban luar rumah. Rumah dimana kami sekeluarga tinggal ( aku, suami dan putriku satu-satunya yang baru kelas 1 SMA) adalah pinjaman kakak iparku yang baik hati. Aku sendiri belum punya rumah sendiri sampai kini. Ada lintasan kepingin punya rumah sendiri sih, namun setiap kali keinginan itu melintas, lalu terlupakan lagi karena ada kebutuhan yang lebih urgen. Makan buat sekeluarga itulah yang terpenting. Bagi kami,sehari-hari kami sehat, kami bisa makan seadanya, bisa beribadah dengan baik, bisa mengingat Allah senantiasa, putriku hari itu lancar sekolahnya, itu sudah lebih dari cukup. Itu rahmat dan karunia Allah yang tiada tara bagiku.

Rumah yang kami tinggali mungkin satu-satunya rumah yang masih orisinil dari developer,karena belum pernah direnovasi karena belum ada dananya. Biarlah itu belum mendesak. Rumah disekitarku alhamdulillah sudah mentereng-mentereng karena berkah Allah kepada mereka masing-masing. Sebagai tetangga aku bersyukur bisa ikut merasakan kebahagiaan mereka. Rumah mewah, mobil bagus dan wajah yang selalu cerah tak pernah tergores kesan pusing…

Aku mulai hendak mencuci piring. Melihat banyaknya piring dan gelas yang hendak kucuci, Ya Allah..setan yang ada dalam diriku mulai mengeluh..Namun tiba-tiba malaikat kebaikan segera menghadiriku, lalu aku bisa tersenyum. Ya Allah..melihat gelas-gelas dan piring-piring kotor itu aku tersenyum penuh syukur. Terima kasih Ya Allah selalu Engkau hadirkan kebaikan dan ladang pahala dirumahku. Engkau hadirkan tiap hari banyak tamu yang datang kerumahku. Mereka semua selalu merinduiku sekeluarga.

Meskipun yang dapat kuberikan kepada mereka sekedar minuman dan makanan ala kadarnya, namun aku bersyukur atas karuniaMu ini. Apalagi bila aku dapat menyediakan makan disaat harusnya makan, Ya Allah betapa bahagianya aku setiap saat aku bisa melakukannya.

Ketika anganku mengingat teman-temanku yang kemarin bertamu, tiba-tiba ada kucing buduk penuh kudis mendekati tempat cucian piring, mungkin ia haus atau lapar dan mau mencari sisa-sisa makanan yang belum sempat kubuang. Tubuhnya penuh kudis. Tiba-tiba aku ngeri sekali melihatnya. Aku jijik sekali melihatnya. Kusuruh pergi kucing-kucing buduk itu dari tempat cucian piring dengan mencipratinya  sedikit air. Benar. Kucing-kucing itu segera menyingkir tidak jauh dariku. Matanya memandang penuh kecewa kepadaku. Kutepis perasaan itu. Biarlah. Karena aku takut virus buduknya akan menular kepadaku.

Segera aku menyelesaikan mencuci piring-piring kotor itu semuanya. Selesai sudah. Tak kuhiraukan kucing kucing buduk itu lagi. Aku masuk rumah dan segera menutup pintu belakang agar kucing itu tak masuk kedalam rumah. Aku khawatir virus kucing itu akan menular pada kulit kami serumah. Tempat dimana aku mencuci piring ada diluar rumah, tepatnya dibelakang rumah kami. Didekat sawah. Dibelakang kami terhampar sawah berhektar-hektar. Merupakan keindahan tersendiri bagi kami. Kami bisa melihat segala sepak terjang para petani dalam mengolah sawah mereka. Kami bisa melihat keindahan panorama sawah saat musim tanam maupun musim panen.

Aku sudah lupa pada kucing-kucing buduk itu. Ketika menjelang tidur malam, tiba-tiba seluruh badanku gatal bukan main. Kuingat-ingat penyebabnya. Seingatku, tak ada satupun yang kulakukan yang menyebabkan gatalku. Aku tidak memegang barang-barang yang kotor. Aku tidak makan makanan yang menyebabkan alergi. Lalu apa?

Semalaman aku tak bisa tidur karena tersiksa oleh gatal yang sangat diseluruh badan. Ya Allah..Astaghfirullah…sampai beberapa hari gatal itu masih tetap kuderita meskipun aku sudah ke Puskesmas dan minum obatnya.

Karena aku sudah tak tahan lagi dengan rasa gatal itu, dalam salah satu tahajjudku aku tersungkur memohon kepada Allah agar ditunjukkan penyebab rasa gatal itu, dan mohon ampun atas dosaku.

Tiba-tiba melintas dihadapanku kucing-kucing buduk itu. Ya Allah..Ya pasti itu penyebabnya, tak ada lagi. Namun bukan karena aku tertular oleh virus kucing-kucing itu, namun karena aku mengusir kucing-kucing yang sedang kehausan dan kelaparan dan meninggalkannya dalam keadaannya tanpa sedikitpun belas kasihan.

Air mataku deras mengalir. Ya Allah ampunilah aku yang tidak punya belas kasihan dalam diriku kepada kucing-kucing buduk itu. Aku bermaksud untuk segera mencari kucing-kucing buduk itu dan meminta maaf padanya, karena aku telah melakukan tindakan keji tidak memberinya makan ketika ia lapar dan tidak memberinya minum ketika ia kehausan.

Kutunggu-tunggu sampai dua hari kemudian, kucing-kucing buduk itu baru muncul.Dan masih tetap kudisan bahkan terlihat kian parah. Sudah setengah busuk korengnya. Rasa jijikku segera kutepis. “Mari sini wahai kucing-kucing malang, kasihan kamu, maafkan aku kemarin yang sia-sia kepadamu ya” kataku kepada kucing-kucing itu. Kubiarkan ia mendekat ketempat cucian piring, sebuah ember besar yang kuletakkan dilantai. Sengaja kedalam air yang ada dalam ember itu sudah kumasukkan VCO (VirginCoconut Oil) atau minyak kelapa murni, yang sudah terbukti sangat manjur untuk mengobati penyakit kulit. Aku berharap agar kucing-kucing itu menjadi sembuh kudisnya.

Lega sekali rasanya ketika kucing-kucing itu mendekat kepadaku, dan lalu meminum air VCO dalam ember itu dengan lahapnya. Lalu makan nasi yang telah kucampur dengan ikan pindang, sudah kusediakan disebelah ember itu. Alhamdulillah habis. Ya Allah…telah kutunaikan nuraniku atas bimbinganMu. Meminta maaf kepada kucing-kucing itu atas kesalahanku, dan memberi makan, minum dan mengobatinya dengan penuh kasih sayang karena Engkau.

Apa yang terjadi setelah itu sahabatku?

Sejak itu gatalku menjadi hilang seketika. Subhanallah. Maha Besar Engkau Ya Allah. Aku bersungkur dalam keajaiban dan kasih sayang yang diturunkanNya kepadaku melalui pelajaran kucing buduk.

Semoga manfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s