Apakah Engkau sedang susah, Sahabat?

Apakah Engkau sedang susah, Sahabat…?

Mungkin Anda sedang sakit?
Mungkin Anda sedang terkena musibah?
Mungkin Anda sedang dililit hutang?
Mungkin anak Anda tidak naik kelas atau lulus ujian?
Mungkin jantung Anda selalu berdebar karena tiap hari didatangi para penagih hutang?
Yah… segala kesusahan yang kita alami sehingga kita sangat bersedih, panik, gelisah, putus asa, bingung, bahkan ada yang punya lintasan pemikiran untuk bunuh diri ! Naudzubillahimindzalik.
Segala kebahagiaan, segala keceriaan hidup kita, segala ketenangan kita, lenyap tak berbekas karena adanya permasalahan yang bertubi-tubi. Sehingga kita sulit sekali untuk tersenyum, seakan setiap rasa syukur yang ada dalam hati kita enyah entah kemana, seolah Allah tidak adil karena tidak mendengarkan doa kita apalagi mengabulkannya.
Sehingga kita menjadi putus asa, marah tak berujung pangkal, malas berusaha, hilang harapan karena sepertinya hidup ini sudah tak mungkin lagi diupayakan dengan segala daya dan upaya.
Saking banyaknya hutang, saking beratnya problem yang menimpa seolah olah segala apa yang diupayakan sama sekali tak ada artinya untuk mengatasi keadaan.
Sholat sudah, berdoa sudah, puasa sudah, dzikir sudah, tahajjud dan dhuha sudah, kurang apalagi? Kok keadaan masih belum berubah ya?
Eits tapi tunggu dulu sahabat…
Apakah benar semua apa yang Anda pikirkan ini?
Allah Ta’ala berfirman : “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar ( dari kesalahan-kesalahanmu).” ( Asy-Syura 42 : 30 )
Kemudian Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya seseorang akan terhalang rezekinya lantaran dosa yang diperbuatnya.” (HR.Ahmad)
Lalu, dikatakan oleh seorang ahli fikih, “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan, memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”
Sang Ahli fikihpun juga berkata : “Demi Allah, sungguh Dia telah mengadakan jalan keluar untuk kita, padahal kita belum sampai kepada derajat ketaqwaan yang semestinya. Sesungguhnya Dia juga telah memberi rezeki kepada kita, padahal kita belum bertaqwa kepada-Nya. Itupun kita masih mengharap memperoleh dari : yakni barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah,niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya”.
Sahabatku,
Apakah kita sudah meneliti diri kita sendiri, apakah dosa-dosa yang pernah kita perbuat? Sehingga kita menerima segala musibah dan kesulitan ini? Bagaimana kita dalam menjalani hidup kita sejak bangun tidur di pagi hari hingga tidur lagi pada malam harinya? Sudahkah segala aktifitas kita jalankan dengan baik? Ketika kita membuka mata pertama kali pada pagi hari apakah yang pertama kali kita ingat? Allah ataukah pekerjaan?
Sudahkah kita bersyukur bahwa malam harinya ketika kita tidur, kita sekeluarga telah dilindungi oleh Allah dari segala mara bahaya yang kemungkinan menimpa kita? (mungkin sakit, mungkin harta kita diambil oleh pencuri, mungkin ada perampok yang akan mengambil harta kita dan menganiaya? Mungkin anggota keluarga kita meninggal dunia karena diambil kembali oleh Allah?). Segala kemungkinan akan bisa terjadi apabila kita tidak dilindungi oleh Allah SWT.
Oleh karena itu sudahkah kita mensyukurinya bahwa di pagi hari ketika bangun tidur kita telah mendapat rezeki yang pertama? Yang selanjutnya kita masih diberi kesempatan hidup pada hari ini, untuk beribadah, untuk bertaubat, untuk memperbaiki diri, dan untuk mengisi hidup kita yang manfaat. Kita seharusnya sangat bersyukur atas nikmatNya, lalu kita mohon ampun atas segala dosa-dosa kita, lalu menyerahkan hidup kita dalam bimbingan dan pertolonganNya.
Sudah pulakah kita meneliti diri kita sendiri? Apakah kita pernah melakukan dosa-dosa besar seperti Menyekutukan Allah, Durhaka kepada kedua orang tua, Membunuh, Berzina, dan lain-lain? Yang menyebabkan segala musibah dan kesulitan datang tak henti-hentinya silih berganti dalam hidup kita?. Mungkin kita pernah menyekutukan Allah tanpa kita sadari, mungkin dulu kita pernah menyakiti hati Ibu Bapak kita, melukai hati saudara-saudara kita, tetangga kita, teman-teman kita dan siapapun? Mungkin kita pernah atau sering mengecewakan seseorang, ingkar janji dan lain sebagainya. Mungkin kita dzalim kepada suami kita, atau isteri kita, atau selalu kejam kepada anak-anak kita dan berlaku tidak adil kepada karyawan-karyawan kita jika kita sebagai atasan?
Tidak ada kesusahan timbul, tidak ada kesulitan muncul, dan tidak ada permasalahan kehidupan yang terjadi, melainkan dari diri kita sendirilah yang menyebabkan permasalahan itu datang.
Sesungguhnya, ketika kita membuat orang lain menangis, kitalah yang akan menangis kelak. Sesungguhnya, ketika kita membuat seseorang merugi, maka kita sendirilah yang akan merugi kelak, dan sesungguhnya ketika kita membuat orang lain susah, maka kita sendirilah yang akan kesusahan kelak.
Perbuatan yang buruk, pasti akan menuai keburukan, sedang perbuatan baik juga akan menuai kebaikan. Dan kita perlu membuka mata, kapan perbuatan-perbuatan itu akan tumbuh menjadi buah?
Namun kita tak perlu berkecil hati… Sebab Allah Maha Pengampun dan Maha segalanya. Bertobatlah sejak sekarang ! Sadari setiap dosa yang manapun yang pernah kita lakukan. Memohonlah ampunan kepada Allah Yang Maha Memberi Ampunan dengan segala kerendahan hati, dan mohonlah pertolonganNya agar kita senantiasa terjaga dari dosa, dan memohon rahmatNya agar kita senantiasa dibimbingNya menuju kepada ketaatan kepadaNya dan dijauhkan dari segala ketidaktaatan kepadaNya.
Jangan lupa mensyukuri sekecil apapun nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, karena tanpa rahmat dan karuniaNya, sungguh, hidup kita akan porak poranda.
Sahabat,
Jika kita sudah selalu memohon ampunan, senantiasa bertaubat kepada Allah dengan sungguh-sungguh, dengan penuh kerendahan hati, insya Allah tentu Allah akan mengampuni dosa-dosa kita karena Allah sungguh Maha Pengampun. Dan jika kita selalu mensyukuri nikmatNya maka insya Allah maka Allah akan menambah nikmatNya kepda kita.
Kutulis motivasi ini untuk menasehati diriku sendiri agar bisa menjadi orang yang selalu bersyukur, dan bisa menjadi rendah hati yang amat sangat di Hadapan Allah Yang Maha Suci dan Maha Besar.
Semoga ada manfaatnya. Amiin Ya Robbal Alamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s